Emiten Happy Hapsoro yang bergerak di bidang perhotelan, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) merancang pengembangan lahan atau tanah di tiga hotel milik perseroan yang tersebar di tiga lokasi berbeda dengan total luas mencapai 40,20 hektare (ha). Tanah atau lahan yang masuk tahap rencana pengembangan masing-masing dikelola oleh tiga anak usaha BUVA yaitu PT Bukit Lagoi Villa yang mengelola hotel di Lagoi, Bintan, seluas 16,66 ha. Lalu, PT Sitaro Mitra Abadi yang mengelola hotel di Tarabitan, Sulawesi Utara, seluas 4,54 ha, dan PT Bukit Permai Properti (BPP) yang mengelola hotel di Uluwatu, Badung, Bali, seluas 19 ha.

Khusus untuk BPP, Direktur Utama BUVA Satrio menerangkan bahwa BPP merupakan salah satu aset unggulan perseroan yang berdampingan dengan hotel perseroan yang sudah beroperasi yaitu Agra Villas Uluwatu. BPP juga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang real estat yang dimiliki oleh perseroan sendiri atau disewa. BUVA resmi memiliki 100% saham BPP setelah menuntaskan akuisisi aset tersebut pada 28 November 2025. BUVA mencaplok 70% saham BPP dari PT Summarecon Bali Indah (SBI) dan 30% saham BPP dari PT Bali Indah Development (BID) dengan total nilai transaksi mencapai Rp536,23 miliar yang sebesar Rp375 miliar dibayarkan kepada SBI dan Rp160 miliar dibayarkan kepada BID. Kini, sejalan dengan transaksi tersebut, nilai aset BUVA bertambah menjadi 20,54%.

BUVA merogoh kocek untuk menyelesaikan transaksi akuisisi BPP tersebut bersumber dari Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) 1 atau rights issue yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 22 Juli 2025.

Dari rights issue tersebut, BUVA meraup sejumlah Rp603 miliar yang digunakan untuk membayar sisa harga akuisisi 99,99% saham SBI dan BID sebesar Rp416 miliar. Sedangkan, sisanya dipakai untuk membeli lahan dan pengembangan lahan di daerah Pecatu, Bali, senilai Rp107 miliar dan Rp76,6 miliar digunakan untuk penyertaan modal di BPP yang dilaksanakan paling lambat pada kuartal IV-2025. BPP akan memanfaatkan dana tersebut untuk membeli lahan di Pecatu, Bali.

Satrio menambahkan, BUVA melalui BPP dalam jangka panjang akan memperluas portofolio di sektor perhotelan, properti premium, dan pariwisata. Sekali lagi, ini tidak lepas dari lokasi BPP yang strategis tepat berada di seberang Agra Villas Uluwatu sebagai properti unggulan perseroan. “Dengan lokasi yang strategis dan kedekatannya dengan aset eksisting perseroan, akuisisi ini kami pandang dapat memberikan potensi sinergi yang signifikan baik dari sisi operasional, pemasaran, maupun pengelolaan aset yang diharapkan dapat memperluas rantai perseroan di Uluwatu sebagai kawasan premium di Bali,” tutur Satrio dalam paparan publik, Selasa (16/12/2025).

Di luar rencana pengembangan lahan di tiga lokasi hotel tersebut, BUVA sudah mengoperasikan beberapa hotel unggulan di Bali yaitu Hotel Alila Villas Uluwatu, Bali, yang memiliki sebanyak 56 villa dengan luas area mencapai 6,21 ha yang berlokasi di Uluwatu, Badung, Bali. Selanjutnya, BUVA juga mengoperasikan Hotel Alila Ubud Bali yang memiliki 74 villa dengan luas area 5,70 ha dan berlokasi di Ubud, Gianyar, Bali. Termasuk, perseroan sudah mengoperasikan Hotel Alila Manggis Bali yang memiliki jumlah 55 kamar dengan luas area 2,58 ha dan berlokasi di Manggis,
Karangasem, Bali. Terakhir, perseroan sudah mengoperasikan Hotel Dialoog Banyuwangi dengan jumlah 116 kamar yang berdiri di lahan seluas 2,97 ha di Banyuwangi, Jawa Timur.

Source: https://investor.id/market/421861/emiten-hapsoro-buva-rancang-pengembangan-di-tiga-lokasi-hotel